Jumat, 31 Juli 2015

Bitcoin, Alat Transaksi Pengganti Uang Mulai Penetrasi Masyarakat Indonesia

Ilustrasi © ARI/Jokowinomics
Jakarta, – Belakangan ini masyarakat Indonesia mulai menerima apa yang disebut sebagai mata uang digital, dikenal dengan nama Bitcoin, untuk digunakan sebagai alat pembayaran yang sah. Adapun penggunaan Bitcoin di Indonesia, masih terbatas pada transaksi on line dan beberapa fitur dalam pengiriman uang.
Meskipun demikian, dengan tingkat resiko belum teruji, Bitcoin masih menjadi “misteri” bagi para penggunanya. Tingkat fluktuasi yang cukup tinggi, disinyalir karena munculnya sentimen negatif akan resistsensi mata uang Kripto ini terhadap “serangan” yang mungkin timbul. Salah satunya adalah kemampuannya menangkal serangan cyber terhadap perangkat lunak yang digunakan untuk mengatur semua sistem Bitcoin.
Akan tetapi bagi negara-negara dimana penduduknya tidak memiliki tabungan di bank, kartu kredit, atau sistem pengiriman uang dengan tarif tinggi, maka Bitcoin mulai menjadi pilihan alternatif untuk digunakan. Saat ini kebanyakan masyarakat Indonesia masih menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran online seperti biaya web hosting, reservasi kamar hotel online ke luar negeri, serta beberapa fitur layanan terbatas lainnya.
“Banyak orang berpikir bahwa Bitcoin sama sekali tidak bergaung di Indonesia, namun kenyataannya popularitas Bitcoin di negeri ini makin hari makin meningkat, “tegas Oscar Darmawan, CEO PT. Bitcoin Indonesia.
Sementara itu di lain pihak, Bank Indonesia belum mengakui keberadaan, serta keabsahan Bitcoin dan mengeluarkan peringatan kepada masyarakat, bahwa segala jenis resiko ditanggung oleh mereka yang menggunakan Bitcoin. Terlepas dari sikap Bank Indonesia yang masih menolak Bitcoin, beberapa fitur online telah diciptakan dengan menawarkan pelayanan Bitcoin bagi publik Indonesia yang notabene adalah pasar ekonomi terbesar di Asia.
Beberapa fitur website yang hadir dengan penawaran layanan Bitcoin antara lain adalah:
Bitcoin.co.id. Layanan web ini berdiri pada tahun 2013. Di situs ini, mata uang Rupiah bisa ditukarkan dengan Bitcoin atau Versa. Saat ini www.bitcoin.co.id, memperdagangkan sekitar 200 Bitcoin setiap harinya. Angka ini masih di bawah Singapura dengan peredaran Bitcoin perharinya mencapai angka 2000 koin. Menurut Darmawan, meski baru 200 koin per hari, peminat di Indonesia terus bertambah dan dalam setahun terakhir, meningkat pesat dari 8000 menjadi 56000 pengguna. Situs ini juga menyediakan layanan informasi tentang index atau nilai terakhir dari mata uang Kripto tersebut. Juga berapa nilai tertinggi dan terendah dalam perdagangan terakhir, volume trading dan sentimen pasar. Menurut Darmwan, Bitcoin mengambil keuntungan dengan mengenakkkan biaya sebesar 0,3% dalam setiap pembelian Bitcoin. Sementara untuk menjual Bitcoin, tidak dikenakkan biaya apa-apa.
Blossom. Situs ini baru berusia 2 bulan dan berbasis di Silicon Valley, serta berfokus dalam pembiayaan usaha-usaha kecil di Indonesia yang beroperasi dengan sistem syariah. Dalam hal ini, produk-produk alkohol tidak masuk dalam daftar barang yang ditransaksikan. Situs ini mengumpulkan uang dari para investor di seluruh dunia, mengkonversikan dana-dana tersebut ke dalam Bitcoin, kemudian menggunakan koin-koin tersebut untuk mentransfer uang ke lembaga-lembaga kredit mikrofinance di dalam bank-bank tertentu. Dalam mengambil keuntungan, Blossom menetapkan 20% charge dari keuntungan setiap usaha yang dibiayai, untuk kemudian dikembalikan kepada investor selaku pemegang dana setiap bulannya.
Quoine. Situs ini berkantor di Singapura dan membidik pasar e-commerce Indonesia.
Salah satu tantangan terbesar dalam pasar online Indonesia adalah kurangnya pilihan metode pembayaran, termasuk untuk layanan transfer elektronik, maupun pembayaran pada saat barang pesanan diantarkan.
Jumlah situs yang menggunakan Bitcoin menurut beberapa kalangan terus mengalami peningkatan. Untuk pasar Indonesia, situs-situs yang telah menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran antara lain Republik Host, Ratakan dan Tokobitcoik.com.
Di situs ini, konsumen dapat melakukan pembelian produk-produk seperti pulsa telephone dan pulsa listrik, dengan cara melakukan transfer Bitcoin ke para vendor, yang selanjutnya menukarkan Bitcoin ini ke dalam mata uang Rupiah.
Sebagai sesuatu yang baru, pasar Bitcoin di Indonesia belum begitu banyak, ketimbang peredaran Bitcoin di Singapura. Namun demikian, perkembangan Bitcoin terlihat sangat cerah, dengan makin bertambahnya user-user baru yang terus mendaftar di situs-situs Bitcoin. Di samping Indonesia, negara-negara yang sudah menggunakan Bitcoin adalah Jepang, Singapore dan Philipina.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar